Sebenarnya saya enggak norak ketemu artis telenovela, sungguh, deh. Mau seganteng Fernando Colunga, sekarismatik Miguel de León, seramah Juan Pablo Gamboa, sekian. Yang ada 9 tahun silam, ketika salah satu jadwal saya adalah menemui Angélica Rivera, saya mau pingsan. Dalam sehari, bisa 10 artis saya temui dalam kurun 12 jam! Sudah begitu, kalau artisnya menuntut macam-macam, kayak pemilik inisial L, pingsan beneran dah.
Eh, tapi sekarang saya bangga pernah bertemu Angélica Rivera. Nah, barulah ini sisi norak saya memancar (halah, siaran televisi kaleee). Gara-gara Angélica pada 1 Desember mendatang akan resmi jadi First Lady Meksiko, ehehe, seiring keberhasilan suaminya, Enrique Peña Nieto, menjadi Presiden Meksiko berikutnya melalui pemilihan presiden 1 Juli lalu.
Angélica sosok yang menyenangkan untuk dikenal. (Ada yang bilang karena dia artis, butuh wartawan. Oke.) Saat ditemui di Televisa San Angel, Mexico City, pada suatu hari di April 2003, dia seramah dan semanis penampilannya. Mengingat telenovela-telenovela suksesnya, seperti La Dueña (1995) dan Angela (1998), wajar dia punya pengaruh di Televisa. Sementara kebanyakan artis telenovela saya wawancarai di lorong studio, di kamar ganti - tak jauh-jauh dari lokasi syutinglah - atau bahkan di luar studio, Angélica dengan mudahnya membuka pintu salah satu ruang rapat Televisa yang elegan, dengan nuansa serbacokelat, dan meminta saya dan fotografer mengikutinya masuk untuk melangsungkan wawancara di sana. Mungkin dia waktu itu leluasa bergerak di Televisa juga karena pengaruh kekasihnya - kini mantan suaminya - yang produser andalan Televisa, José Alberto Castro.
Angélica juga menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tanpa sungkan. Misalnya ketika saya bertanya apakah dia akan mengizinkan dua putrinya, Sofía dan Fernanda - putri bungsunya, Regina, baru lahir 2 tahun setelah wawancara ini berlangsung - main telenovela juga. Apalagi ayah anak-anaknya juga produser telenovela - dia bercerai dari José Alberto Castro pada 2007. Waktu itu, dia menyatakan ketidaksetujuannya, walau dia sadar dengan latar belakang keluarganya - dia aktris; suaminya produser; kakak iparnya, Verónica Castro, aktris yang lebih besar lagi dengan telenovela Wild Rose; ditambah putra Verónica, Cristian Castro, penyanyi Latin kondang - anak-anaknya pasti mewarisi bakat seni.
"Saat ini tidak. Mereka masih terlalu kecil. Saya tak suka mereka ikut-ikut telenovela anak-anak, bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Saya ingin mereka belajar, berbuat nakal, bermain. Saat sudah melampaui usia kanak-kanak, sudah merampungkan sekolah, lalu mau jadi penyanyi, aktris, boleh. Mereka datang dari keluarga seniman, pastilah mereka mewarisi sesuatu dari kami," katanya realistis. Dan dia serius dengan ucapannya. Sofia sejak umur 14 tahun terjun ke dunia telenovela, namun tetap bersekolah sebagaimana remaja lain.
Sebulan setelah kemenangan suaminya, Angélica belum tampil lagi. Dia malah menonaktifkan akun Facebooknya, yang dipakainya untuk mengampanyekan suaminya - tapi kalau versi page, sih masih eksis. Mungkin dia bersiap dengan citra serius sebagai Ibu Negara (sok tahu sok dekat). Apalagi cukup banyak warga negaranya yang tidak menyukainya - karena artis, karena menumpang kiprah suami - dan suaminya yang diduga korup dan membeli suara saat pemilu. Mungkin saja, sih... saya memang enggak tahu apa-apa soal itu. Yang saya tahu, saya pernah bertemu dengan Angélica. Sekian.
"Saat ini tidak. Mereka masih terlalu kecil. Saya tak suka mereka ikut-ikut telenovela anak-anak, bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Saya ingin mereka belajar, berbuat nakal, bermain. Saat sudah melampaui usia kanak-kanak, sudah merampungkan sekolah, lalu mau jadi penyanyi, aktris, boleh. Mereka datang dari keluarga seniman, pastilah mereka mewarisi sesuatu dari kami," katanya realistis. Dan dia serius dengan ucapannya. Sofia sejak umur 14 tahun terjun ke dunia telenovela, namun tetap bersekolah sebagaimana remaja lain.
Sebulan setelah kemenangan suaminya, Angélica belum tampil lagi. Dia malah menonaktifkan akun Facebooknya, yang dipakainya untuk mengampanyekan suaminya - tapi kalau versi page, sih masih eksis. Mungkin dia bersiap dengan citra serius sebagai Ibu Negara (sok tahu sok dekat). Apalagi cukup banyak warga negaranya yang tidak menyukainya - karena artis, karena menumpang kiprah suami - dan suaminya yang diduga korup dan membeli suara saat pemilu. Mungkin saja, sih... saya memang enggak tahu apa-apa soal itu. Yang saya tahu, saya pernah bertemu dengan Angélica. Sekian.
![]() |
| Angelica dan suami, dari page Facebook. Kalau pakai foto dari Meksiko 2003, takut fotografer saya menuntut royalti :p. |

No comments:
Post a Comment